• Williamson Espinoza posted an update 9 months, 2 weeks ago

    Tragedi Sampit yaitu tragedi yang sangat tragis merupakan berupa pembantaian manusia yang terjadi di Pulau Borneo, Kalimantan Tengah. Peristiwa suram ini sudah menghilangkan sekitar 600 nyawa baik dari suku Dayak Kalimantan ataupun bangsa Madura yang juga sudah terhitung beserta anak-si kecil. Pada peristiwa ini telah melibatkan 100 ribu lebih bangsa Madura yang kehilangan daerah tinggal serta mata pencaharian mereka. Tragedi ini menjadi paparan Borneo yaitu apa yang disebut sebagai Perang Sampit. Perang Sampit sendiri ialah perang antar dua etnis yang berada di Kalimantan Tengan, yakni perang antara masyarakat Dayak pribumi dengan salah satu bangsa dari Pulau Madura atau sering kali dikenal dengan bangsa Madura. Tragedi ini menjadi salah satu tragedi terbesar yang ada di Indonesia dan sempat menjadi sentra perhatian semua masyarakat Indonesia.

    tragedi sampit kedua belah pihak hal yang demikian memilihi banyak sekali alasan kenapa tragedi Sampit ini harus meletus. Menurut sumber, asal muasal dari perselisihan Sampit ini yaitu karena suatu peristiwa yang berupa pembakaran salah satu rumah dari etnis Dayak yang dijalankan oleh bangsa Madura karena kesalahpahaman. Dan berikutnya, etnis Dayak menjalankan balas dendam kepada Bangsa Madura dengan cara yang sama, yaitu membakar rumah-rumah yang berada pada kawasan penempatan Madura di Kalimantan Tengah. Menurut salah satu laporan, menyatakan bahwasanya yang dilaksanakan oleh suku Dayak itu adalah karena ingin mempertahankan diri, karena ada sumber yang menyatakan bahwasanya bangsa Madura yang memulakan sebab keok dalam perjudian. Pada permainan perjudian hal yang demikian salah satu etnis Dayak sudah disiksa sebelum kemudian dibunuh oleh bangsa Madura.

    Perang ini tidak cuma meledak di Sampit, tapi juga merambah ke Bandar-bandar Kalimantan seperti di Sambas. Ada sekitar 100 kepala orang Madura yang terpisah dengan badan bila etnis Dayak melakukan perang pemenggalan kepala yang ialah warisan Dayak sejak dulu. Sebab meletusnya tragedi Sampit ini membuat pemerintah Indonesia turun tangan dan mengerahkan sejumlah ABRI dan juga polisi untuk menyelesaikan perang yang terjadi. Sesudah beberapa waktu kemudian, kesudahannya perang hal yang demikian reda dan kembali netral. Namun bangsa Madura tidak lagi tinggal di daerah Kalimantan, tapi bermigrasi ke kawasan lain di Indonesia.